Pages

Selasa, 22 November 2011

Yamaha RX-Z, Disumpal Piston RX Jambret

Selasa, 22 November 2011 18:00 WIB
Modifikasi Yamaha RX-Z, 1993 (Cibinong)

Yamaha RX-Z, Disumpal Piston RX Jambret


Buat main di trek lurus malam hari, masih banyak juga yang mengandalkan pacuan 2-tak. Salah satunya, Yamaha RX-Z milik Hafizt yang tinggal di Jl. H. Nawawi No. 8, Cibinong Bogor, Jawa Barat.  

Malah, kuda besi kesayangannya itu sering menang di trek kawasan Taman Mini, Jakarta Timur dan Pemda Bogor, Jawa Barat. “Rahasianya, cuma menggunaan piston Yamaha RX-King oversize 50,” jelas Dieen, mekanik Bortune Motor (BM) di Jl. Wibawa Mukti Padurenan, Jati Asih, Bekasi selaku yang mengerjakan.

Pemilihan piston RX-King atau RX Jambret menguntungkan. Karena sama  seperti main bore up. “Biar volume silinder lebih besar, piston RX-King tadi dipilih yang oversize 50,” yakin Dieen lagi.

Alasan teknis bisa dilihat dari ukuran piston yang dimiliki RX-King dan RX-Z. Diamater piston RX-King lebih besar, yaitu  58mm. Sedangkan asli  RX-Z hanya 56mm.

Kalau sekarang menggunakan piston RX-King oversize 50, berarti diameter piston yaitu mencapai 58,5mm. Dipadukan dengan stroke RX-Z standar.  Stroke RX-Z yaitu   54mm. Lebih panjang dibanding stroke RX-King  yang hanya 50mm.  Maka itu, ketika dikombinasikan, isi silinder ikut naik.

Alasan itu pula yang mendasari kenapa dipilih RX-Z sebagai pacuan balap liar. Karena kondisi standar saja stroke atau langkah pistonnya sudah 54mm. Silakan bandingkan dengan RX-King yang hanya 50mm. Bedanya sampai 4mm. Lumayan jauh. 

Dari situ juga bisa dihitung. Menggunakan rumus volume silinder bisa dikalkulasi lebih detail. Dengan diameter  piston 58,5mm dipadukan stroke RX-Z yang 54mm. Hasilnya kapasitas silinder akhir jadi 145cc. Berarti naik 12cc kalau dibanding volume silinder standar RX-Z yang hanya 133cc. Angka segitu lumayan berarti di lintasan balap liar. 

Sebagai otak akselerasi di engine 2-tak, korekan pada bagian blok silinder juga sangat berpengaruh, lho. Yaitu, lubang transfer dan lubang membran. Tapi oleh Dieen, kedua bagian itu cukup hanya dihaluskan saja sekitar 2mm. Maksudnya lubang transfer dan bilas dikerok ke atas setinggi 2mm.

Paling penting lagi, untuk mesin 2-tak terutama mengangkat bagian kulit jeruk. Sehingga, aliran bahan bakar dan udara bisa deras mengalir ke ruang bakar. Istilahnya jadi sedikit hambatan. Tradisi seperti ini juga jadi pekerjaan wajib mekanik di era mesin 2 langkah.

Lalu untuk menggapai putaran mesin menjadi cepat naik, posisi lubang buang juga dikerok ke atas. Selain itu lebarnya juga sudah dibuat menganga. Itu ditempuh demi derasnya pengabutan.

“Pada bagian exhaust dikorek menjadi 29mm yang standarnya 23mm. Karbu rator tetap pakai RX-Z. Seting spuyer saja yang dimainkan. Main-jet pakai 155 dan pilot-jet cukup 45,” kata Dieen sembari bilang kalau pengapian masih standar.

Buat menemani ubahan di bagian silinder blok, kepala silinder juga ikut dipapas 2mm. Tentu, biar kompresi ikut naik. Setelah dipapas, lebar kubah dibuat jadi 10mm, squish dimainkan di angka 12ยบ.

Squish sengaja dilebarkan jadi 10mm. Dimaksudkan agar putaran bawah lebih bertenaga. Juga dalam rangka mengimbangi lubang buang yang sudah dikorek naik ke atas.

Terakhir, demi menyempurnakan setingan pada bagian mesin, knalpot orisnal harus diganti dengan pipa buang model kolong berbahan pelat besi merek AHM. “Kalau knalpot standar masih sedikit nahan di puturan atas. Tapi, kalau ini tidak ada nahan sama sekali,” pede pria yang selalu senyum ini.

Awas kering!
DATA MODIFIKASI
Pelek depan    : TK 1,40x17
Pelek belakang: TK 1,40x17
Ban depan       : Comet 60/80-17
Ban belakang    : Comet 60/80-17

0 komentar:

Poskan Komentar

Free Blog Templates

PRIMBON

 

hewan pliharaan

Great Morning ©  Copyright by CINTA INFORMASI | Template by cinta informasi | Blog Trick at cinta informasi