Pages

Jumat, 11 November 2011

New Honda Jazz RS 2008, Low Profile Ala Medan

Rabu, 24 Agustus 2011 11:02 WIB
Modifikasi


 
Jakarta -  Horas Bang," sapa Andar Pasaribu ketika pertama kali bertemu tim OTOMOTIF, saat sesi pemotretan New Honda  Jazz miliknya di areal Pekan Raya Sumatera Utara, Medan, beberapa waktu lalu. Andar, panggilan akrab pria kelahiran Medan, Sumut, 23 tahun silam ini, memang terkesan low profile.

Sedikit bicara namun kreasi modifikasi street elegant hasil pemikirannya ini, mampu menarik simpati juri maupun pengunjung di acara Accelera Auto Contest Medan beberapa waktu lalu. Pasalnya New Jazz lansiran 2008 ini juga terlihat low profile dengan tampilan kelir putih mutiara yang menawan, plus kaki-kaki lebar dengan body kit hampir menyentuh aspal.

Aplikasi suspensi udara menjadiacuan dalam modifikasi sektor kaki. "Saya memang suka tampilan mobil ceper, tapi tetap tahu tempat karena hanya dibikin ceper saat kontes atau kalau dijadikan mobil demo," ungkap Andar.

Pengerjaan suspensi berikut penggantian ban, dilakukan di bengkel rekannya, Simple Autoshop di Jl. Ngumban Surbakti, Medan, Sumut. Permintaan Andar hanya satu, saat harus rebah hampir menyentuh tanah, mesti seimbang dengan dimensi pelek dan ban. "Pelek pakai Estatus ring 20 inci, ban menggunakan Accelera 225/30 R20" jelas lae murah senyum ini.

Memperhatikan bodi keseluruhan New Jazz RS ini, desain panel body kit mampu menjadikan tampilan eksterior lebih kekar dari kondisi standar. Pemilihan gaya Crave Design pada bemper depan-belakang, side skirt termasuk rear spoiler tidak tabrakan dengan alur bawaan bodi asli.

Ujung bonnet juga dibikin lebih mewah. Aksen krom khas D.A.D style menghiasi ujung depan palang gril, termasuk cover lubang air induct bemper depan. Padu-padan cat putih dengan aksen krom ini, menciptakan kesan resik dan tak membosankan.

Final touch, Andar menyematkan aksen rajutan tangkai kembang dan mahkota, menggunakan cutting sticker hitam. "Supaya tidak terlihat polos. Sengaja pakai warna hitam, biar terlihat kontras dengan warna background putih," ujar pehobi bola basket ini.    (mobil.otomotifnet.com)
Read more "New Honda Jazz RS 2008, Low Profile Ala Medan..."

Toyota Yaris S M/T Performa Jawara Jakarta

Jumat, 28 Oktober 2011 09:03 WIB
Modif Toyota Yaris S M/T 2009
 
 
JAKARTA - Saat bertemu OTOMOTIF untuk melakukan sesi pemotretan, paras wajah Steven Tan masih tampak sumringah. Lantaran keberhasilannya sebagai The King of Yaris Show Off (YSO) 2011 region Jakarta di Central Park, Jakbar, (1-2 Okt) lalu, yang merupakan awal sepak terjangnya pada ajang kontes taraf nasional.

Steven pun bertutur seputar ubahan pada Toyota Yaris S miliknya kali ini, dengan menggabungkan berbagai aliran modifikasi. Seperti audio yang mengedepankan unsur hi-tech dengan beragam peranti gadget terkini, interior maupun eksterior yang sudah berbalut cutting sticker. Meski begitu unsur performa tetap dijadikan menu utama, dengan menyasar sektor mesin yang diupgrade lebih powerful dari versi sebelumnya.

"Sejak awal main modifikasi mobil memang lebih menyukai upgrade mesin ketimbang tampilan. Sewaktu masih punya Honda Jazz VTEC sampai ganti pakai Yaris, ubahannya masih sebatas NA (Naturally Aspirated). Tapi kali ini levelnya dinaikkan agak ekstrem pakai sistem turbo," ungkap mahasiswa Raffles Design Institute ini.

 Sejatinya lajang 17 tahun ini memang mengidamkan modifikasi seperti ini, lantaran kegemarannya mengaspal di trek lurus 402 meter, yang mengutamakan speed demi bisa menorehkan waktu tercepat. Tak heran jika power mesin 1.500 cc bawaan Yaris kelir putih ini, dilecut demi mendapatkan tenaga seoptimal mungkin.

Untuk perangkat turbo kit-nya sendiri sengaja pakai versi bolt on, supaya tak mengubah konstruksi pada mesin standar. Mulai rumah keong sampai intercooler."Awalnya saya pengin sistem turbonya pakai full HKS. Karena belum ada buat Yaris akhirnya pakai produk Zage, yang sudah tersedia versi bolt on-nya. Sedangkan silicon house, blow off, circle earth sampai turbo timer semuanya full HKS," jelas Steven.

Reyner Christian dari rumah modifikasi Asco Motor Sport di Kelapa Gading, Jakut, yang berperan sebagai desainer performa dapur pacu, dipaksa kerja ekstra. Lantaran mesti melakukan ubahan beberapa kali pada bagian down pipe, demi memaksimalkan power mesin 1NZ-FE bawaan Yaris ini. "Sebelum dicustom memang tenaga tidak bisa seperti sekarang," yakin Steven.

Dapur pacu memang tetap menggunakan suku cadang bawaan mobil, agar tidak tersingkir saat sesi scruteneering. Pasalnya, gelaran YSO yang sudah menjadi agenda tahunan PT Toyota Astra Motor selaku APM (Agen Pemegang Merek) Yaris di Tanah Air ini, memang mewajibkan seluruh pesertanya untuk tetap mempertahankan unsur daily use. Termasuk tidak melakukan ubahan terlalu ekstrem pada komponen jeroan mesin standarnya.

Supaya upgrade performa mesin yang menganut metoda plug and play ini bisa menghasilkan output yang diinginkan, Reyner melakukan penyempurnaan dengan mengganti ECU standar pakai unichip Dastek Q+. Lantaran diyakini mampu membaca kebutuhan mesin lebih presisi, sesuai permintaan dari sistem tambahan yang sudah terpasang.

Hasilnya dibuktikan di atas mesin Dyno test. Untuk pemakaian harian turbo hanya diboost 0,4 bar, dengan level tertinggi 0,77 bar. Lewat settingan ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 214 dk pada putaran 6.000 rpm. Sementara torsi yang dihasilkannya mencapai 264,6 Nm di kitiran 5.500 rpm.

Supaya tenaga mesin tidak terbuang percuma, kopling set mesti menggunakan material yang tahan banting. Lantaran pengalaman Steven pada mobil terdahulu, hingga membuat gear box besutannya tadi jebol akibat tidak sanggup meladeni power berlebih. Itu sebabnya Reyner mengganti kopling set standar dengan ACT tipe heavy duty, untuk menghindari kejadian yang sama pada Yaris manual ini.

Sektor pengereman terutama roda depan ikut disempurnakan, agar mampu menghentikan laju kecepatan Yaris ini. Diamater cakram depan agak dilebarkan dengan mengganti piringan standar pakai Willwood 309 mm, dilengkapi kaliper 4 pot dari produk sejenis. Daya cengkeram brake pad juga dioptimalkan pakai Endless CC-RG50-800 derajat.   (mobil.otomotifnet.com)
Read more "Toyota Yaris S M/T Performa Jawara Jakarta..."

Sabtu, 29 Oktober 2011

Nih, Penyebab dan Solusi Kelangkaan Spare Part Bajaj

Sabtu, 20 Agustus 2011 13:11 WIB
PT Bajaj Auto Indonesia



Belakangan ini, kelangkaan spare part Bajaj di Indonesia makin menjadi. Apalagi setelah beberapa komponen fast moving sulit ditemui dipasar. Mau tahu penyebabnya? Ternyata gara-gara masalah sepele!

"Pemesanan spare part dari India tidak dikirim sesuai kebutuhan kita, penyebabkan karena salah ketik. Di India menulis seribu unit menggunakan koma (,), sedangkan kita pakai titik (.). Sehingga kami di Indonesia dikira hanya memesan satu unit saja," ungkap Dinesh Kulkarni, Vice President Director PT Bajaj Auto Indonesia (BAI).

Misalnya pemesanan yang seharusnya diketik dengan angka 1,000, tapi dengan bahasa Indonesia diketik 1.000. Padahal kesalahan ini terjadi selama bulan Mei dan Juni 2011. Tapi setelah menyadari adanya kesalahan komunikasi ini, pihak BAI langsung melakukan koreksi di bulan Juli.

"Ada tiga part yang bermasalah pasokannya. Yakni gear set, kampas kopling, dan kampas rem. Tapi, mulai bulan lalu pengiriman sudah kembali normal dan kami menjamin ketersediaannya di seluruh dealer Bajaj," tegas Kulkarni.

Selain masalah teknis tadi, PT BAI juga mengaku tengah mengembangkan jaringan distribusi spare part-nya. Hal ini tentunya dilakukan sesuai dengan peningkatan jumlah pengguna sepeda motor Bajaj di Indonesia.

"Distibusinya akan kita potong, kalau dulu dari BAI ke main dealer baru ke dealer. Kini dari BAI langsung ke main dealer dan dealer-dealer kami di daerah. Selain itu, kami juga mulai mendistribusikan part ke bengkel umum," ungkap Rizal Tandju, Event & PR Manager PT BAI.

"Kami selaku main dealer juga sudah mulai membantu mendistribusikan part ke bengkel umum," buka Iki Wibowo, Director PT Jayarama Artha Roda, main dealer Bajaj untuk area Jakarta dan Bogor.

"Awalnya saat usia Bajaj baru 4 sampai 5 tahun di Indonesia, lebih banyak yang memanfaatkan jasa free service dari bengkel resmi Bajaj. Tapi sekarang, Bajaj keluaran awal makin banyak yang beralih ke bengkel umum. Makanya ketersedian partnya kami perhatikan," ungkap pria ramah ini.

Mudah-mudahan tidak adal lagi inden spare part Bajaj! (motorplus-online.com)
Read more "Nih, Penyebab dan Solusi Kelangkaan Spare Part Bajaj..."

Bajaj Luncurkan Boxer BM150, Tawarkan Utilitas Tinggi

Rabu, 07 September 2011 10:12 WIB
Bajaj Boxer BM150

Belum lama ini, Bajaj Auto di India menambah line up modelnya. Varian terbarunya adalah Bajaj Boxer BM150, dirancang dengan bentuk sederhana menawarkan utilitas tinggi sebagai sepeda motor serba guna.

Misalnya, Bajaj mengunggulkan daya angkutnya. Di bagian belakang dilengkapi dengan rak untuk membawa barang. Rangka dan swing arm-nya juga diklaim sangat kokoh.

Begitu juga dengan tenaganya, sengaja dirancang memiliki torsi besar agar kuat membawa beban berat. Torsi besar ini didapat dari mesin 150cc dengan teknologi DTSi (Digital Twin Spark Ignition).


Torsinya dikalim mencapai 12,26 Nm atau 50 persen lebih besar dari torsi mesin 100cc Bajaj. Sedang tenaga yang dihasilkan oleh mesin yang telah dilengkapi dengan electric starter ini mencapai 12 Ps.

Sedang kelengkapannya sangat sederhana, rem depan-belakang masih teromol. Bajaj juga hanya membekali Boxer BM150 ini dengan speedometer analog.

Wajar bila penampilannya sederhana, harga jualnya hanya 42 ribu Rupee atau sekitar Rp 7,8 jutaan. (motorplus-online.com)

 Spesification:
Type: 4 stroke, air cooled, SOHC
Engine Displacement: 144.82 cc
Max Net Power: 12 Ps @ 7500 rpm
Max Net Torque: 1.25 Kgm @ 5500 rpm
Starting: Kick / Electric Start
No of Gears: 4-All down
Frame Type: Tubular ,  Semi double cradle
Suspension Front: Telescopic, 125mm  Fork travel
Suspension Rear: 100 mm rear wheel travel, SNS shocker
Tyres Front: 3.00-17, Rib pattern.
Tyres Rear: 100/90-17,Stud pattern
Fuel Tank Capacity: 11 liter
Electricals System: 12V, AC/DC    
Length: 2016 mm
Width: 760 mm
Height: 1028 mm
Wheel Base: 1285 mm
Vehicle Kerb Weight: 123 kg
Max Speed: 100 kph
Read more "Bajaj Luncurkan Boxer BM150, Tawarkan Utilitas Tinggi..."

Suzuki Shogun Axelo, Konsisten Mengusung Aura Sporty

Profil Motor Baru



Jakarta - Meski baru diluncurkan secara resmi akhir bulan ini (Januari) di Jakarta, namun PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah memperkenalkan bebek barunya, Suzuki Shogun Axelo terlebih dahulu di Surabaya (5/1).

Dalam pertemuan pertama dengan Shogun Axelo, aura sporty khas bebek balap masih tetap kental terasa. Pantas saja bila SIS memilih sirkuit Park Kenjeran sebagai lokasi pertemuan motorplus.otomotifnet.com dengan bebek baru ini.

Sejak akhir 90an, nama Shogun seolah menjadi jaminan sepeda motor dengan aura kecepatan. Terbukti dengan berkibarnya bebek Suzuki ini di ajang road race nasional.

Kembali ke Shogun Axelo, perubahan paling mencolok memang ada pada desain. Tentunya versi terbaru yang diembel-embeli nama Axelo ini memakai cover bodi yang lebih futuristik.

Bila Shogun sebelumnya terlihat kaku dengan sudut-sudut tajam, Alelo mengimbanginya dengan lekukan yang dinamin. Hasilnya tetap sporty tapi lebih manis.

Meski masih menggunakan head lamp di stang, namun kehadiran lampu sein di sayap depan dan bersanding dengan air scope membuat moncongnya tampang garang.

Makin sporty, Shogun Axelo dilengkapi dengan panel bodi bermotif karbon. Coba tengok cover samping tepatnya di penutup aki, begitu juga dengan cover kunci kontaknya. Lebih keren kan!

Satu lagi keistimewaan Shogun Axelo, bebek ini telah dilengkapi dengan fitur automatic headlight on (AHO). Yang mengukuhkannya menjadi pelopor "switch on light on" sesuai UU Lalu Lintas no.22 tahun 2009. 

Berbenah Mesin Meski Tak Banyak

Axelo berasal dari kata AXEL (good axeleration) dan LO (low emission dan low fuel consumtion). Oleh karenanya, mesin dibenahi meski tak banyak.

Perbaikan fitur dan teknologi dibanding Shogun pendahulunya antara lain CDI baru buatan Mitsubishi yang dirancang mencegah knoking karena sudah dilengkapi antiknocking di putaran 9800 rpm.

Sudut klep 24 derajat (in) dan 26 derajat (ex), perbandingan kompresi  9,6:1, TPS, PAIR control valve serta engine balancer untuk meminimalkan getaran mesin, membuat performanya makin prima.

Rancangan rangka yang ringkas untuk menunjang stabilitas dan kelincahan manuver. Serta dibuatkannya tiga titik dudukan mesin ke rangka.

Shogun Axelo ditawarkan dengan varian standar, rem tromol (belakang), serta tipe S dengan rem cakram belakang dan tipe R cakram dengan kopling manual. Ketiganya ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 13,8 juta hingga Rp 15 juta on-the road Jakarta. (motorplus.otomotifnet.com)

Spesifikasi Mesin
1-silinder, 4 langkah, SOHC
Diameter piston: 53,5 mm
Langkah: 55,2 mm
Kapasitas: 124 cc
Tenaga maks: 9,6 PS @8.000 rpm (standar dan S), 10 PS @8.500 rpm (R)
Torsi maks: 10 Nm @6.000 rpm (standar dan S), 9,9 Nm @6.000 rpm (R)
Read more "Suzuki Shogun Axelo, Konsisten Mengusung Aura Sporty..."

Free Blog Templates

PRIMBON

 

hewan pliharaan

Great Morning ©  Copyright by CINTA INFORMASI | Template by cinta informasi | Blog Trick at cinta informasi