Pages

Sabtu, 29 Oktober 2011

Nih, Penyebab dan Solusi Kelangkaan Spare Part Bajaj

Sabtu, 20 Agustus 2011 13:11 WIB
PT Bajaj Auto Indonesia



Belakangan ini, kelangkaan spare part Bajaj di Indonesia makin menjadi. Apalagi setelah beberapa komponen fast moving sulit ditemui dipasar. Mau tahu penyebabnya? Ternyata gara-gara masalah sepele!

"Pemesanan spare part dari India tidak dikirim sesuai kebutuhan kita, penyebabkan karena salah ketik. Di India menulis seribu unit menggunakan koma (,), sedangkan kita pakai titik (.). Sehingga kami di Indonesia dikira hanya memesan satu unit saja," ungkap Dinesh Kulkarni, Vice President Director PT Bajaj Auto Indonesia (BAI).

Misalnya pemesanan yang seharusnya diketik dengan angka 1,000, tapi dengan bahasa Indonesia diketik 1.000. Padahal kesalahan ini terjadi selama bulan Mei dan Juni 2011. Tapi setelah menyadari adanya kesalahan komunikasi ini, pihak BAI langsung melakukan koreksi di bulan Juli.

"Ada tiga part yang bermasalah pasokannya. Yakni gear set, kampas kopling, dan kampas rem. Tapi, mulai bulan lalu pengiriman sudah kembali normal dan kami menjamin ketersediaannya di seluruh dealer Bajaj," tegas Kulkarni.

Selain masalah teknis tadi, PT BAI juga mengaku tengah mengembangkan jaringan distribusi spare part-nya. Hal ini tentunya dilakukan sesuai dengan peningkatan jumlah pengguna sepeda motor Bajaj di Indonesia.

"Distibusinya akan kita potong, kalau dulu dari BAI ke main dealer baru ke dealer. Kini dari BAI langsung ke main dealer dan dealer-dealer kami di daerah. Selain itu, kami juga mulai mendistribusikan part ke bengkel umum," ungkap Rizal Tandju, Event & PR Manager PT BAI.

"Kami selaku main dealer juga sudah mulai membantu mendistribusikan part ke bengkel umum," buka Iki Wibowo, Director PT Jayarama Artha Roda, main dealer Bajaj untuk area Jakarta dan Bogor.

"Awalnya saat usia Bajaj baru 4 sampai 5 tahun di Indonesia, lebih banyak yang memanfaatkan jasa free service dari bengkel resmi Bajaj. Tapi sekarang, Bajaj keluaran awal makin banyak yang beralih ke bengkel umum. Makanya ketersedian partnya kami perhatikan," ungkap pria ramah ini.

Mudah-mudahan tidak adal lagi inden spare part Bajaj! (motorplus-online.com)
Read more "Nih, Penyebab dan Solusi Kelangkaan Spare Part Bajaj..."

Bajaj Luncurkan Boxer BM150, Tawarkan Utilitas Tinggi

Rabu, 07 September 2011 10:12 WIB
Bajaj Boxer BM150

Belum lama ini, Bajaj Auto di India menambah line up modelnya. Varian terbarunya adalah Bajaj Boxer BM150, dirancang dengan bentuk sederhana menawarkan utilitas tinggi sebagai sepeda motor serba guna.

Misalnya, Bajaj mengunggulkan daya angkutnya. Di bagian belakang dilengkapi dengan rak untuk membawa barang. Rangka dan swing arm-nya juga diklaim sangat kokoh.

Begitu juga dengan tenaganya, sengaja dirancang memiliki torsi besar agar kuat membawa beban berat. Torsi besar ini didapat dari mesin 150cc dengan teknologi DTSi (Digital Twin Spark Ignition).


Torsinya dikalim mencapai 12,26 Nm atau 50 persen lebih besar dari torsi mesin 100cc Bajaj. Sedang tenaga yang dihasilkan oleh mesin yang telah dilengkapi dengan electric starter ini mencapai 12 Ps.

Sedang kelengkapannya sangat sederhana, rem depan-belakang masih teromol. Bajaj juga hanya membekali Boxer BM150 ini dengan speedometer analog.

Wajar bila penampilannya sederhana, harga jualnya hanya 42 ribu Rupee atau sekitar Rp 7,8 jutaan. (motorplus-online.com)

 Spesification:
Type: 4 stroke, air cooled, SOHC
Engine Displacement: 144.82 cc
Max Net Power: 12 Ps @ 7500 rpm
Max Net Torque: 1.25 Kgm @ 5500 rpm
Starting: Kick / Electric Start
No of Gears: 4-All down
Frame Type: Tubular ,  Semi double cradle
Suspension Front: Telescopic, 125mm  Fork travel
Suspension Rear: 100 mm rear wheel travel, SNS shocker
Tyres Front: 3.00-17, Rib pattern.
Tyres Rear: 100/90-17,Stud pattern
Fuel Tank Capacity: 11 liter
Electricals System: 12V, AC/DC    
Length: 2016 mm
Width: 760 mm
Height: 1028 mm
Wheel Base: 1285 mm
Vehicle Kerb Weight: 123 kg
Max Speed: 100 kph
Read more "Bajaj Luncurkan Boxer BM150, Tawarkan Utilitas Tinggi..."

Suzuki Shogun Axelo, Konsisten Mengusung Aura Sporty

Profil Motor Baru



Jakarta - Meski baru diluncurkan secara resmi akhir bulan ini (Januari) di Jakarta, namun PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah memperkenalkan bebek barunya, Suzuki Shogun Axelo terlebih dahulu di Surabaya (5/1).

Dalam pertemuan pertama dengan Shogun Axelo, aura sporty khas bebek balap masih tetap kental terasa. Pantas saja bila SIS memilih sirkuit Park Kenjeran sebagai lokasi pertemuan motorplus.otomotifnet.com dengan bebek baru ini.

Sejak akhir 90an, nama Shogun seolah menjadi jaminan sepeda motor dengan aura kecepatan. Terbukti dengan berkibarnya bebek Suzuki ini di ajang road race nasional.

Kembali ke Shogun Axelo, perubahan paling mencolok memang ada pada desain. Tentunya versi terbaru yang diembel-embeli nama Axelo ini memakai cover bodi yang lebih futuristik.

Bila Shogun sebelumnya terlihat kaku dengan sudut-sudut tajam, Alelo mengimbanginya dengan lekukan yang dinamin. Hasilnya tetap sporty tapi lebih manis.

Meski masih menggunakan head lamp di stang, namun kehadiran lampu sein di sayap depan dan bersanding dengan air scope membuat moncongnya tampang garang.

Makin sporty, Shogun Axelo dilengkapi dengan panel bodi bermotif karbon. Coba tengok cover samping tepatnya di penutup aki, begitu juga dengan cover kunci kontaknya. Lebih keren kan!

Satu lagi keistimewaan Shogun Axelo, bebek ini telah dilengkapi dengan fitur automatic headlight on (AHO). Yang mengukuhkannya menjadi pelopor "switch on light on" sesuai UU Lalu Lintas no.22 tahun 2009. 

Berbenah Mesin Meski Tak Banyak

Axelo berasal dari kata AXEL (good axeleration) dan LO (low emission dan low fuel consumtion). Oleh karenanya, mesin dibenahi meski tak banyak.

Perbaikan fitur dan teknologi dibanding Shogun pendahulunya antara lain CDI baru buatan Mitsubishi yang dirancang mencegah knoking karena sudah dilengkapi antiknocking di putaran 9800 rpm.

Sudut klep 24 derajat (in) dan 26 derajat (ex), perbandingan kompresi  9,6:1, TPS, PAIR control valve serta engine balancer untuk meminimalkan getaran mesin, membuat performanya makin prima.

Rancangan rangka yang ringkas untuk menunjang stabilitas dan kelincahan manuver. Serta dibuatkannya tiga titik dudukan mesin ke rangka.

Shogun Axelo ditawarkan dengan varian standar, rem tromol (belakang), serta tipe S dengan rem cakram belakang dan tipe R cakram dengan kopling manual. Ketiganya ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 13,8 juta hingga Rp 15 juta on-the road Jakarta. (motorplus.otomotifnet.com)

Spesifikasi Mesin
1-silinder, 4 langkah, SOHC
Diameter piston: 53,5 mm
Langkah: 55,2 mm
Kapasitas: 124 cc
Tenaga maks: 9,6 PS @8.000 rpm (standar dan S), 10 PS @8.500 rpm (R)
Torsi maks: 10 Nm @6.000 rpm (standar dan S), 9,9 Nm @6.000 rpm (R)
Read more "Suzuki Shogun Axelo, Konsisten Mengusung Aura Sporty..."

Yuk Intip Fitur Yamaha Lexam, Lebih Memudahkan Pengendara?



Jakarta - Yuk mengintip fitur Yamaha Lexam. Bebek automatic pertama Yamaha ini memang muncul di belakang Honda Revo AT yang sudah duluan meluncur dipertengahan tahun 2010 lalu. Tapi, konon Yamaha punya senjata untuk bisa lebih diterima pasar.

Utamanya masalah konsep sepeda motor itu sendiri. Honda berangkat dari pemikiran sepeda motor bebek yang dbuat jadi automatic. Semua perangkat pengoperasiannya layaknya bebek tapi tanpa harus pindah gigi.

Paling menonjol adalah, rem belakang tetap di kaki sebelah kanan. Begitu juga footstep pengendara yang bentuknya tetap pipa dengan bungkus karet.

Sedang Yamaha yang menyasar konsumen 4wheeler menonjolkan kenyamanan. Tahu sendiri, orang memilih mobil sebagai alat transportasi sehari-hari tentunya karena nyaman. Bagi Yamaha cara berkendara ala skutik paling nyaman.
 Rear hand brake lebih mudah dioperasikan dengan tuas rem belakang tetap di stang layaknya skutik. Pijakan kaki lebih lebar.

"Makanya rem belakang kita pindah ke stang sebelah kiri dan pijakan kaki yang lebar layaknya skutik," terang Paulus Firmanto, GM Promosi and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Yamaha juga melakukan penyempurnaan pada suspensi depan Lexam. Di dalam tabung teleskopiknya ada dua buah pegas yang diyakini mampu memberikan kenyamanan lebih.

Sama seperti Revo AT, Lexam juga dilengkapi dengan rem parkir atau yang oleh Yamaha disebut dengan nama rear hand brake. Namun pada Lexam cara mengoperasikannya beda, lebih praktis ketimbang yang ada pada Revo AT.

Di Lexam untuk mengunci, pengendara hanya harus menekan tuas rem belakang dan menekan kunci rem ke bawah. Untuk melepasnya tekan saja tuas rem lalu lepaskan. Hanya butuh satu tangan, dan malah lebih mirip rem parkir pada skutik Honda, BeAT atau Vario.

Sedang pada Revo AT pengendaranya harus menggunakan kaki dan tangan untuk menkunci. Harus injak rem belakang lalu menarik tuas yang berada di bawah stang. Untuk melepasnya harus injak rem belakang.
Panel speedometer unik dan desain head lamp yang ternyata beda dengan Lexam versi Vietnam

Oiya, pada Lexam juga terdapat indikator rear hand brake di panel speedometer. Saat terkunci maka lampu berwarna kuning menyala dengan tulisan "lock".

Kini lanjut ke mesin. Memang menggunakan platform baru, namun mesin SOHC, 2 klep yang mengusung volume silinder 113,7cc ini memiliki bore x stroke yang sama dengan Vega ZR. Sama-sama 50mm x 57,9mm.

Namun urusan tenaga, Lexam sedikit lebih besar yaitu 8,69 hp sedangkan Vega ZR hanya 8.02 hp. Mungkin ini karena penggunaan karburator yang lebih besar, Lexam pakai karburator Mikuni 25mm, sedang Vega ZR pakai Mikuni 17mm.

Tapi soal konsumsi bahan bakar, Yamaha enggan membicarakannya. "Kita tidak menjanjikan konsumsi bahan bakar dan kecepatan pada Yamaha Lexam. Tapi kami menjanjikan kepraktisan dalam berkendara dan solusi kemacetan," ungkap Paulus disela peluncuran Lexam, minggu lalu.

Lanjut ke transmisinya. Ini yang bikin beda dengan bebek biasa. Yamaha menggunakan teknologi Yamaha Compact Automatic Transmission (YCAT). Prinsip kerjanya sama seperti Revo AT.
Desain knalpot biasa saja, kick starter di kiri dan kunci bermagnet

Posisi continuously variable transmission (CVT) ada di bak mesin sebelah kanan menggantikan posisi kopling ganda / kopling otomatis ala bebek. Dari perangkat CVT tersebut kemudian tenaga ditransferkan ke rantai pada sisi sebelah kiri mesin setelah sebelumnya melewati kopling.

Namun YCAT ini diklaim memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya kemampuannya mereduksi panas mesin yang bisa membuat belt (sabuk CVT) cepat aus dan tidak efisien mentransferkan tenaga dari mesin.

Yamaha membekali Lexam dengan aliran pendinginan CVT dengan sistem udara tanpa hambatan. Udaranya diambil langsung dari luar melalui belalai sebagai ventilasi untuk kemudian disalurkan pada ruang V-Belt.

Belalai ini dilengkapi dengan saringan udara pendingin dengan lapisan oli. Posisi saringan dan tempat masuknya aliran udara dari luar juga diletakkan diatas, agar Lexam leluasa menerjang genangan air.

"Belt CVT pada Lexam juga dibuat khusus dari bahan khusus yang membuatnya tahan hingga 40 ribu kilometer atau sekitar 4 tahun," yakin Paulus. Wah awet dong! (motorplus.otomotifnet.com)

Dimensi
PxLxT : 1.920x680x1.075 mm
Jarak sumbu roda : 1.235 mm
Ground clearance : 145 mm
Tinggi tempat duduk : 760 mm
Berat isi : 110 kg
Kapasitas tangki bensin : 4,1 liter

Rangka
Tipe rangka : Pipa baja tulang bawah / steel tube underbone
Suspensi depan : teleskopik
Suspensi belakang : lengan ayun, suspensi ganda
Ban depan : 70/90-17M/C 38P
Ban belakang : 80/90-17 M/C 44P
Rem depan : cakram
Rem belakang : tromol

Mesin
Tipe mesin : 4 langkah, 2 valve SOHC, berpendingin udara
Jumlah/posisi silinder : silinder tunggal/mendatar
Volume silinder : 113,7 cc
Diameter x Langkah : 50,0 x 57,9 mm
Perbandingan kompresi : 9,30 : 1
Daya maksimum : 8,69 hp / 8.000 rpm
Torsi maksimum : 8,73 Nm / 7.000 rpm
Sistem starter : electric starter dan kick starter
Sistem pelumas : basah
Kapasitas oli mesin : Total 1,150 liter / Penggantian berkala: 0,94 liter
Sistem bahan bakar : Karburator BS25-52 x 1
Tipe kopling : V-Belt otomatis dan reduksi secondary rantai/chain drive
Pola pengoperasian transmisi : CVT otomatis

Kelistrikan
Sistem pengapian : DC C.D.I.
Battery : YTZ5S (MF Battery 12V 3,5 Ah)
Tipe busi : C6HSA (NGK)
Read more "Yuk Intip Fitur Yamaha Lexam, Lebih Memudahkan Pengendara?..."

Bajaj Discover Lebih Diminati Konsumen Sumatera

Senin, 22 Agustus 2011 13:20 WIB
PT Bajaj Auto Indonesia



Beberapa waktu yang lalu, tim redaksi sempat merilis kabar sedang diujinya empat sepeda motor Bajaj di Indonesia. Yaitu Bajaj Discover 100cc, 125cc dan 150cc serta Bajaj Avenger 220. Lalu bagaimana hasilnya?

Hingga saat ini tes pasar masih dilakukan, pihak PT Bajaj Auto Indonesia (BAI), ATPM Bajaj di Indonesia tengah melakukan serangkaian focus group discussion pada konsumen yang dianggap cocok sebagai calon konsumen empat varian tadi.

"Fokusnya adalah melihat ekspetasi konsumen pada motor-motor ini dan mencari tahu berapa harga yang cocok," papar Rizal Tandju, Event & PR Manager PT BAI.

Yang menarik adalah, hasil sementara menyebutkan Bajaj Discover ternyata lebih diminati konsumen di Sumatera ketimbang di pulau Jawa. "Di Sumatera banyak yang suka, mungkin untuk memenuhi utilitas konsumen disana," ungkap Budi Dirgantoro, Sales Functional Head PT BAI.

Hingga saat ini Sumatera menjadi salah satu penyuplai penjualan yang cukup baik untuk Bajaj di Indonesia. Bahkan wilayah Riau berkontribusi penjualan terbesar ketiga setelah Jakarta dan Jawa Barat.

"Sedang untuk Avenger pasarnya mungkin kecil, tapi konsumen yang fanatic pada model seperti ini akan tetap ada," lanjut Budi yang ditemui di sela buka puasa bersama direksi PT BAI hari Jumat lalu (19/8).

Sayangnya, PT BAI belum mengumumkan kapan kepastian pihaknya akan meluncurkan empat motor tadi. So, harus sabar dulu! (motorplus-online.com)
Read more "Bajaj Discover Lebih Diminati Konsumen Sumatera..."

Free Blog Templates

PRIMBON

 

hewan pliharaan

Great Morning ©  Copyright by CINTA INFORMASI | Template by cinta informasi | Blog Trick at cinta informasi