Pages

Senin, 24 Oktober 2011

Jorge Lorenzo Gunakan No.1 di MotoGP 2011

Lorenzo ganti nomor, benar sekali Jorge Lorenzo pembalap dengan nomor 99 juara MotoGP tahun lalu itu akan mengganti nomornya yaitu nomor 1. Nomor 1 ini setiap tahunya berhak digunakan oleh para juara MotoGP di musim berikutnya. Walaupun tidak semua pembalap memakai hak tersebut dikarenakan pencitraan diri alias branding, misalnya Valentino Rossi tetap menggunakan nomor 46.

Lorenzo-Jorge Lorenzo no.1

Lorenzo sendiri memutuskan untuk menanggalkan nomor balap 99 dan beralih ke nomor 1. Dan rider asal Spanyol itu mengaku bangga bisa menggunakannya.

"Saya sangat bangga karena Anda harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan pilihan untuk memakainya," ujar Lorenzo seperti dilansir Eurosport, Minggu 30 Januari 2011.

"Saya beruntung dengan disain yang saya miliki, karena nomor 1 sangat cocok dengan inisial JL saya, mungkin dengan huruf yang berbeda itu akan sulit untuk membuatnya terlihat benar."

"Aku tidak akan lupa nomor saya 99 musim lalu, nomor 99 akan selalu ada di hatiku. Sebuah pilihan yang sulit untuk mengubah nomor saya, tetapi saya telah mendapatkan hak untuk kesempatan unik untuk memakainya," tambah Lorenzo.

Nomor balap 1 sudah digunakan Lorenzo saat melakoni tes resmi pertama di Sirkuir Valencia akhir tahun lalu.

Jika tahun lalu nomor 99 adalah ciri khas Jorge Lorenzo maka tahun ini Jorge Lorenzo menggunakan nomor 1. Apakah nomor 1 ini akan memberikan hoky yang sama pada Lorenzo?. Kita lihat saja...........
Read more "Jorge Lorenzo Gunakan No.1 di MotoGP 2011..."

Kecelakaan MotoGP - Shoya Tomizawa meninggal

Pembalap Shoya Tomizawa yang berasal dari Jepang tewas karena luka cukup fatal yang dialami dalam kecelakaan yang terjadi dalam Grand Prix Moto2 San Marino di Misano, Italia. Pembalap Technomag-CIP tersebut terjatuh dari sepeda motor saat mendapat tekanan dari pembalap Italia, Alex de Angelis yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Baik de Angelis maupun pembalap Inggris Raya Scott Redding juga tidak bisa menghindari dari tabrakan hingga melindas Tomizawa yang terdorong lebih dari 40 meter dan keluar dari lintasan menuju area pasir.

Shoya Tomizawa mengalami kecelakaan di lap 12, pada ajang Moto2. Rider 19 tahun itu sempat dilarikan ke klinik sirkuit sebelum dibawa ke RS Riccione. Namun, dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.20 waktu setempat, setelah menderita cedera berat di kepala, dada dan perut.

"Seluruh keluarga MotoGP ingin menyampaikan duka cita yang mendalam pada keluarga dan teman-temannya," kata penyelenggara balapan.

Kematiannya merupakan yang pertama dalam Grand Prix sejak rekan senegaranya yang berusia 24 tahun Daijiro Kato, meninggal dunia pada April 2003 di MotoGP Jepang di Suzuka.

Honda Motor Co. Ltd dan Honda Racing Corporation menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan rekan dari Shoya Tomizawa. Berikut ungkapan dari wakil prsiden Honda Racing Corporation, Shuhei Nakamoto:

Tomizawa berusia 19 tahun, dari Chiba. Dia sangat popular di paddock MotoGP. Semua tahu senyumnya dan determinasi tinggi di balapan. Dia memulai debut di Motegi pada kelas 125cc, 2006 lalu. Pada 2008 menjadi runner-up di 250 All-Japan Championship.

Tomizawa menjadi pembalap GP sepenuhnya pada musim lalu dan berada di peringkat 17 seri 250 World Championship. Tahun ini dia ambil bagian di Moto2 dan mencatat kemenangan di ronde pembuka.

Kami sangat sedih dengan kabar ini dan kami ucapkan belasungkawa keada keluarga dan rekan Shoya. Hari ini kami kehilangan talenta dan semangat besar dari pembalap muda. Shoya memiliki fighting spirit, dan kami semua merindukannya.

Untuk mengetahui videonya klik saja kecelakaan MotoGP hingga Shoya Tomizawa meninggal dunia. Advertiser
Read more "Kecelakaan MotoGP - Shoya Tomizawa meninggal..."

Minggu, 23 Oktober 2011

Panitia GP Malaysia Kena Denda 15.000 Euro

October 21, 2011
MotoGP Mania – Kecelakaan beruntun yang terjadi pada awal sesi Free Practice 1 (FP1) kelas Moto2 di sirkuit Sepang, Malaysia berbuntut pemberian sangsi terhadap panitia. Race Direction mengganjar penyelenggara Grand Prix Malaysia dengan denda sebesar 15.000 Euro.
Safety Car Moto2 Malaysia 300x199 Panitia GP Malaysia Kena Denda 15.000 EuroHujan yang sempat turun menyebabkan adanya bagian track yang basah. Race Direction menilai marshal bendera tidak mampu memberikan peringatan kepada pembalap sehingga mereka melintasi bagian sirkuit itu dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan diantaranya menimpa Jules Cluzel, Bradley Smith dan Marc Marquez.
Berikut adalah terjemahan keputusan Race Direction tersebut:
Pada hari Jumat 21 Oktober pada awal Free Practice (FP1) Moto2 para marshal bendera tidak menunjukkan bendera yang sesuai pada turn 10 dimana track benar-benar basah yang menciptakan situasi sangat berbahaya bagi pembalap, yang merupakan pelanggaran Art. 1.22.1 Regulasi FIM Road World Championship Grand Prix. Berdasarkan artikel 1.6.5.C. Race Direction telah memutuskan untuk memberlakukan denda 15.000 Euro kepada penyelenggara.
Tidak ada banding yang diajukan.
Keputusan Race Direction adalah final. Read more "Panitia GP Malaysia Kena Denda 15.000 Euro..."

Berita Marco Simoncelli Meninggal Kecelakaan Moto GP


Berita Marco Simoncelli Meninggal Kecelakaan Moto GP - Berita duka datang dari arena balap Moto GP. Marco Simoncelli yang merupakan Rider Honda Gressini. Dia mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal setelah dilarikan ke Rumah Sakit.

Seperti berita yang dilansir BBC, Simoncelli meninggal setelah mengalami kecelakaan serius di seri MotoGP Malaysia 2011 di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Minggu, 23 Oktober 2011. Dia terjatuh ketika beradu kencang dengan Alvaro Bautista untuk memperebutkan posisi empat.

Pembalap berjuluk Super Sic tersebut kehilangan kendali di tikungan 11 dan langsung terhempas ke lintasan. Nahas, tubuhnya kemudian berbenturan dengan pebalap yang berada di belakang yaitu Colin Edwards, sedangkan Valentino Rossi berhasil menghindari benturan itu.

Edwards dan Rossi sendiri juga sempat terjatuh, namun keduanya masih bisa bangkit. Sementara, Simoncelli yang sudah tidak mengenakan helmet terkapar tak sadarkan diri.

Panitia balapan langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Bahkan, setalah beberapa lama mereka resmi membatalkan perhelatan tersebut dengan alasan tim medis masih fokus menangani Simoncelli.

Simoncelli sendiri langsung dilarikan ke rumah sakit di Kuala Lumpur karena kondisinya kritis. Sayang, langkah itu tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa pembalap yang terkenal dengan gaya balapannya yang flamboyan itu. Lihat juga artikel Kronologi Mengingalnya Marco Simoncelli.
Read more "Berita Marco Simoncelli Meninggal Kecelakaan Moto GP..."

Honda Supra X 125, Sok Balon Sabet Podium

Minggu, 23 Oktober 2011 15:19 WIB
Modif Honda Supra X 125 (Jakarta)
 
Aldhika Eka Dharma dari tim Honda Daya Denso Showa NHK Jayadi (HDDSNJ), Jakarta, sabet juara 1 di kelas bebek 125 cc tune-up seeded (MP1) di Honda Racing Championship (HRC) 2011, Jogja. Tunggangannya konstan dan stabil melibas tikungan trek Mandala Krida, Jogja. Kunci sukses Aldhika karena balon di tunggangannya.

Balon yang dimaksud bukan balon yang dipakai buat pembukaan HRC, tapi bola karet gas yang dimaksud ada di suspensi belakang. Sokbreker model tabung berlabel Showa itu dilengkapi balon. Inilah yang bikin Supra X 125 garapan HDDSNJ konstan melibas kelokan.

“Perbedaan jauh dibanding pakai sokbreker belakang sebelumnya. Tenaga mesin akan optimal. Enggak banyak terbuang waktu keluar tikungan,” beber Ahmad Jayadi, pemilik tim yang juga ikut seting pacuan kompetisi HDDSNJ.

Adi, sapaan akrab Ahmad Jayadi, bilang sewaktu menggunakan suspensi model lama masih ada sedikit masalah. “Jangankan keluar tikungan yang mesti buka gas, mau masuk tikungan sudah ada gejala mantul-mantul. Sok yang sekarang enggak begitu,” beber Adi yang juga mantan pembalap nasional papan atas itu.  

Di sinilah perbedaan mendasarnya. Mekanisme rebound dan compression suspensi diatur naik-turunnya balok di dalam tabung. Sedangkan generasi sebelumnya menggunakan piston. “Pembalap bisa membuka gas dan mengatur gerakan motor sesuai keinginan. Percuma tenaga besar dan speed bagus tapi enggak bisa dikendalikan,” urai Adi.  


“Di trek dadakan jauh lebih terasa. Irama tikungannya enggak sekonstan trek permanen, apalagi aspalnya. Tabung yang pakai piston bisa enggak maksimal. Pembalap pun bisa kecapean mengendalikan motor,” ulas Yohanes Martono, Process Engineering PT Showa Indonesia MFG yang terlibat perancangan Showa ini.

Yohanes menyebut tipe sokbreker Showa yang dipakai HRC 72. Pengembangan dari HRC 62. “Perubahan selain pakai balon, stroke lebih panjang. HRC 72 bisa sampai 80 mm, sedangkan HRC 62 bisa sampai 60 mm. Diameter spring lebih kecil dibanding yang lama jadi lebih ringan. Damper HRC 72 dibuat dari alumunium, sedangkan HRC 62 dari besi,” tndas Yohanes.  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 90/80-17
Ban belakang: FDR 80/90-17
Karburator: Keihin PE 28
Durasi kem : Isap 274º dan buang 274º
CDI: BRT
Read more "Honda Supra X 125, Sok Balon Sabet Podium..."

Free Blog Templates

PRIMBON

 

hewan pliharaan

Great Morning ©  Copyright by CINTA INFORMASI | Template by cinta informasi | Blog Trick at cinta informasi